Permainan Anak Cerdas

Permainan Anak Cerdas | Permainan Otak Bayi | Pertumbuhan Otak Bayi | Cara Merawat Bayi

Showing posts with label menyusui bayi. Show all posts
Showing posts with label menyusui bayi. Show all posts

Tips Bagi Ayah Mendukung Pemberian ASI Pada Bayi

Selama ini telah berkembang satu anggapan yang salah. Masyarakat kita menganggap bahwa urusan menyusui hanyalah masalah Ibu dari si bayi.  Padahal, sebenarnya ayah dari si bayi memiliki peran yang cukup signifikan dalam keberhasilan program menyusui ASI pada bayi.  Seorang ayah dapat berperan aktif dalam keberhasilan ASI  dalam bentuk dukungan secara emosional dan bantuan-bantuan praktis lainnya, seperti mengganti popok atau menyendawakan bayi.  Peran ayah dalam hal ini  sangat penting bagi Ibu bayi untuk keberhasilan menyusui si buah hati.

Kalau dikaji lebih dalam sebenarnya keberhasilan menyusui akan memberikan manfaat ekonomi pada satu keluarga.  Pemberian ASI akan dapat mengurangi pengeluaran keluarga minimal untuk biaya pembelian susu formula dan  perlengkapan  yuang dibutuhkan. Lebih jauh lagi, dari segi biaya kesehatanpun ada pengurangan  karena bayi yang mengkonsumsi ASI ternyata memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Bayi dengan kekebalan tubuh yang tinggi lebih kecil kemungkinannya terserang penyakit sehingga secara ekonomi, biaya pengobatanpun bisa diturunkan. Dan satu lagi, manfaat pemberian ASI pada bayi adalah kemudahan dalam hal ketersediaannya. Bayangkan jika tengah malam bayi menangis sementara susu formula telah habis sejak sore, betapa repotnya orang tua bayi tersebut harus mencari toko 24 jam yang menyediakan kebutuhan susu untuk bayinya.
Beberapa tips cara  seorang ayah ikut serta dalam program pemberian ASI untuk bayinya::

1. Setiap kali  bayi ingin minum ambillah bayi dan gendong ke ibunya untuk disusui,
2. Sendawakan bayi setelah menyusu, cara yang paling tepat dengan menggendong tegak kemudian perut bayi diletakkan pada pundak ayahnya,
3. Gendong bayi dengan kain, biarkan ia merasakan kehangatan badan ayahnya
4.  Tenangkan bayi bila ia gelisah dengan cara menggendong, menepuk-nepuk, atau menggoyang-goyang tempat tidurnya
5. Gantikan Ibu saat memandikan bayi (sekali – sekali)
6. Baringkan bayi di atas dada ayahnya agar ia dapat mendengar detak jantung sang ayah, bunyi napas, dan kehangatan kulit ayahnya,
   7.Biasakan memijat bayi Anda sejak baru lahir, bila mungkin sehari dua kali.


Perlu usaha ekstra untuk membesarkan seorang bayi.  Dan kita memang harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik bagi anak bayi kita, karena tentunya kita ingin anak – anak kita bisa tumbuh dengan baik secara fisik maupun psikis. Dan untuk keberhasilan pertumbuhan anak bayi kita, tak bisa dielakkan lagi, peran ayah harus dijalankan sepenuhnya. 

Tips Merawat Bayi: Cara Menyusui Bayi yang Benar

Tips Cara Menyusui Bayi Yang Benar
Terus selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi si buah hati adalah motto yang harus kita pertahankan.  Mungkin selama ini kita sudah merasa bahwa anak bayi kita tidak ada masalah saat kita beri ASI setiap hari.  Tapi apakah kita sudah yakin bahwa cara kita menyusui sudah benar? Karena itu tak ada salahnya kalau kita mencari tahu lagi bagaimana cara menyusui  yang benar. Menemukan tips merawat bayi yang bagus adalah salah satu upaya kita untuk memberikan yang terbaik bagi anak bayi kita.  Menyusui yang benar pada dasarnya adalah sebuah cara bagaimana kita menyusui bayi kita secara efektif. Posisi bayi saat menyusui sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI dan bagi Ibu bayi akan mencegah lecet puting susu. Posisi menyusui yang benar akan memberi rasa nyaman selama ibu menyusui bayinya dan membantu bayi melakukan isapan yang efektif. Ibu harus menyusui bayi dengan posisi duduk santai, punggung bersandar dan kaki tidak menggantung. Jika ibu menyusui sambil berbaring, maka harus dijaga agar hidung bayi tidak tertutup.
Cara bayi melekat pada payudara ibunya.
Tanda perlekatan bayi yang baik adalah:

    1.  Lebih banyak areola yang terlihat di atas mulut bayi
    2.  Mulut bayi terbuka lebar
    3.  Bibir bawah bayi membuka keluar
    4. Dagu bayi menyentuh payudara ibu


Cara ibu menyangga bayinya.

    1. Bayi digendong merapat ke dada ibu
    2.  Wajah bayi menghadap payudara ibu
    3. Tubuh dan kepala bayi berada pada satu garis lurus
    4. Seluruh tubuh bayi harus tersangga

Tanda bayi mengisap dengan efektif adalah bayi mengisap secara dalam, teratur yang diselingi istirahat. Pada saat bayi mengisap ASI, hanya terdengar suara bayi menelan.

Untuk mengevaluasi apakah ASI yang diberikan sudah cukup, terdapat tanda-tanda sebagai berikut:

    1. setelah menetek bayi terlihat kenyang dan tertidur
    2. berat badan bayi naik
    3. bayi pipis > 8 kali dalah 24 jam

Bayi harus diberi ASI minimal setiap 2 jam sekali. Bila sudah 3 jam dan bayi belum menetek atau tertidur, bangunkan bayi dan dekatkan mulut bayi ke puting ibu. Semoga tips merawat bayi ini bermanfaat untuk kita semua.

Kata Bijak:
Seorang ibu yang waspada berjaga dengan malam, walaupun bayinya tertidur dengan lelap.

Cinta seorang ibu adalah bahan bakar yang memungkinkan manusia normal untuk melakukan hal yang mustahil.

 Tips Merawat Bayi: Perlukah Membuat Jadwal Pemberian Susu Pada Bayi

Tips Merawat Bayi: Perlukah Membuat Jadwal Pemberian Susu Pada Bayi


Ada perdebatan tentang jadwal pemberian susu pada bayi. Di satu pihak, mengatakan kalau bayi sebaiknya diberi jadwal teratur, diberi minum susu secara teratur setiap empat jam sekali . Sehingga keluhan diare dan gangguan pencernaan lain pada bayi bisa dihilangkan. Awalnya para ahli hampir sepakat mengiyakan pendapat ini. Tapi ketika ditemukan kasus bayi yang diberi minum susu secara tidak teratur ternyata  dan tidak mengalami gangguan penccernaan dan diare, pendapat pertama tadi kemudian dikaji ulang. Setelah diadakan penelitian ternyata diare dan gangguan pencernaan lain pada bayi lebih disebabkan pada kualitas susu yang dikonsumsi bayi.
Perlu anda tahu, beberapa bayi  dilahirkan dengan lambung lebih kecil. Sebagai akibatnya lambung bayi hanya bisa menampung susu dalam jumlah yang lebih sedikit juga dibandingkan dengan kebanyakan bayi dengan lambung yang lebih besar. Pada kasus bayi dengan lambung kecil ini, sebelum 4 jam lambung sudah kosong  dan dan bayi merasa lapar. Juga bayi-bayi yang tertidur saat menyusu  atau bayi-bayi yang mudah terangsang kolik (rasa sakit pada perut),  tidak dapat minum banyak. Jika aturan jadwal ketat diberlakukan pada  bayi-bayi ini maka sebelum waktu minum mereka sudah menangis keras,  bahkan berteriak-teriak karena kelaparan. Hal ini mendatangkan kesulitan  bagi orang tua bayi dan bahkan untuk sang bayi sendiri. Kemudian  dilakukan percobaan-percobaan yang memberi kebebasan pada orang tua  untuk memberi minum pada bayi setiap kali bayi menangis kelaparan.  Ternyata, Hasilnya sangat memuaskan.  Bayi-bayi yang disusui secara tidak  teratur ini akhirnya dapat menyusun jadwal sendiri yang teratur, sesuai  dengan kebutuhannya.
Hari-hari pertama, ia bangun 2 - 2 ½ jam  sekali sehingga harus diberi minum hampir 10 kali sehari. Ini  berlangsung selama 2 minggu pertama. Sesudah itu, ia hanya minum 6-7  kali sehari saja dengan jarak tak teratur.Tetapi sesudah ia berusia 10  minggu, ia mampu mengatur jadwalnya sendiri. Ia minta minum 6 kali  sehari saja dengan teratur, yaitu hampir rata-rata 4 jam sekali. Cara  ini lazim disebut dengan self demand, bayi mengatur kebutuhan minum dan  jadwalnya sendiri. Dengan kesabaran, anda pasti berhasil mengatur jadwal  yang teratur dan fleksibel untuk sang bayi.

Yang jadi persoalan sekarang adalah, bagaimana menentukan jadwal minum bayi? Faktor  utama di sini adalah bayi-bayi mempunyai kecenderungan merasa lapar  pada jam-jam tertentu. Seiring dengan bertambah besarnya bayi, selang  makannya pun menjadi panjang. Bayi dengan berat badan 2 ½ - 3 kilogram  perlu minum 3 jam sekali, sedangkan bayi dengan berat 3 ½ - 4 kg dapat  minum 4 jam sekali. Umumnya bayi merasa lapar lagi kira-kira 1 jam  sebelum jadwal minumnya, bila ia minum susu botol dan 2 jam jika ia  dapat ASI. Mungkin ia terbangun 1 jam lebih dahulu, anda tidak perlu  tergesa-gesa memberinya minum. Karena tidak pasti, ia lapar atau tidak.  Tapi kalu ia menangis selama 10-15 menit segera berikan ia minum karena  pasti ia sedang merasa lapar. Pada bulan-bulan pertama dan kedua,  mungkin ia bangun setiap jam 02.00 pagi untuk minum. Petunjuk yang  diberikan diatas dapat juga dipakai untuk bayi-bayi yang sering gelisah,  enggan minum banyak atau kalau ASI belum mencukupi. Kebiasaan ini dapat  hilang pada saat bayi memasuki usia 2-3 bulan. Dari segi nutrisi, bayi  dengan berat 4 kg yang mendapat minum di siang hari maka tidak lagi  memerlukan minum pada pukul 02.00. Unutk bayi-bayi yang selalu terbangun  pada pukul 02.00 sebaiknya mereka dibangunkan sedikit terlambat dari  jam 22.00, sehingga mereka tidak bangun pada pukul 02.00. Dan baru  keesokan paginya ia diberikan minum lagi.